300x250 AD TOP

Saturday, 12 July 2014

Tagged under:

Dampak Pergerakan Kurs Terhadap Pasar Saham

Darussalam, Edev - Era globalisasi seperti sekarang ini memberikan peluang yang besar bagi negara-negara di belahan dunia untuk saling melakukan transaksi perdagangan dimana pada masa ini suatu negara sangat bergantunga pada negara lainnya, dalam melakukan transaksinya kurs atau nilai tukar suatu negara merupakan sebuah kunci dalam melakukan transaksi perdagangan dengan negara belahan dunia lainnya. 

Dampak Pergerakan Kurs Terhadap Pasar Saham
Sistem pembayaran transaksi perdagangan ini dilakukan di dalam negeri maupun luar negeri yang harus terikat terhadap nilai tukar atau kurs. Terdapat tiga jenis sistem nilai tukar, yaitu kurs tetap, mengambang bebas, dan mengambang terkendali. 

Bagi negara seperti Indonesia, kurs atau nilai tukar menjadi salah satu faktor fundamental yang paling berpengaruh terhadap perekonomian . Kurs memiliki peran penting sebagai aktor dalam pencapain stabilitas moneter dan dalam mendukung kegiatan ekonomi lainnya. Demi terciptanya iklim yang baik dalam mendorong peningkatan kegiatan dunia usaha diperlukan  nilai tukar yang stabil.

 Sejarah mencatat, Indonesia sejak periode 1970 hingga sekarang sudah bergonta-ganti sistem kurs atau nilai tukar. Sejak 14 Agustus tahun 1997 hingga sekarang, indonesia sudah menerapkan sistem kurs mengambang bebas ( Free floating exchange ) setelah sebelumnya di tahun 1970 hingga 1978 indonesia menganut sistem kurs tetap ( Fixed exchange ) dan di tahun 1978 hingga 1995 menganut sistem kurs mengambang terkendali (Managed floating exchange).  

Bank  Indonesia menerapkan sistem kurs ini karena sejak pertengahan juli 1997 nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan yang mengakibatkan depresiasi rupiah semakin yang meningkat. Sistem kurs mengambang bebas ini diterapkan Indonesia setelah jera menerapkan sistem kurs tetap dan sistem kurs mengambang terkendali yang tidak mampu mengeluarkan nilai tukar rupiah dari tekanan yang menyebabkan nilai tukar rupiah terus terdevaluasi. 

Tekanan tersebut terjadi karena pada masa itu  Thailand dilanda currency turmoil yang akhirnya menyebar ke negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Bank Indonesia dalam mengatasi masalah tersebut melakukan intervensi baik melalui spot exchange rate (kurs langsung) maupun forward exchange rate (kurs berjangka) dan untuk sementara dapat menstabilkan nilai tukar Rupiah. Namun ternyata depresiasi Rupiah semakin meningkat.

Sebagai negara yang menganut sistem kurs mengambang bebas tersebut, menurut Eric Yuliana (2000), tingkat nilai tukar diserahkan sepenuhnya pada permintaan dan penawaran valuta asing tanpa adanya campur tangan pemerintah, namun akibat dari kurs yang berfluktuatif akan muncul berbagai indikasi persoalan  yang dikarenakan masih sederhananya karakteristik ekonomi dan struktur kelembagaan pada negara berkembang. 

Maka diperlukan  sistem ekonomi yang sudah mapan untuk memenerapkan sistem nilai tukar mengambang bebas ini. Seiring dengan diberlakukannya sistem kurs mengambang bebas, ternyata nilai rupiah masih terus mengalami penurunan drastis hingga puncaknnya pada krisis tahun 1998 dimana pada saat itu nilai kurs rupiah terhadap nilai US dollar Amerika mencapai US$/Rp 15.dari yang sebelumnya $/Rp 1.800, ini disebabkan oleh hutang luar negeri Indonesia yang sangat besar terutama kepada lembaga peminjam keuangan Internasional Monetary Fund (IMF)  pada masa itu, terlebih terdapat indikasi peguasa saham George Soros yang secara bersamaan menarik modalnya yang sangat besar hingga pasar saham Indonesia pasa saat itu merosot tajam pula . Hal ini pula yang menyebabkan nilai rupiah dan pasar saham Indonesia jatuh kedalam jurang yang sangat dalam hingga terjadi krisis yang melanda Indonesia.

Setelah masa krisis 1998, nilai tukar rupiah terus berfluktuatif , ini dapat dilihat dari data yang terdapat pada tabel dibawah.

Year
Average USD/IDR
Min USD/IDR
Max USD/IDR
Nb of working days
2014
11723.952486
11287.411064
12239.954067
132
2013
10422.339464
9610.925248
12217.311180
255
2012
9377.963420
8883.335845
9664.126338
256
2011
8775.764099
8458.633368
9204.682837
257
2010
9082.873171
8889.181410
9450.164342
258
2009
10397.466633
9341.206943
12300.000000
256
2008
9682.611560
9052.997873
12550.003915
256
2007
9138.883663
8679.002527
9475.003716
255
2006
9170.360926
8721.997026
9830.001691
255
2005
9714.386574
9107.229470
10684.001953
257
2004
8956.475841
8139.381996
9425.326963
259
2003
8581.202353
8153.256737
9291.617786
255
2002
9297.136844
8558.677019
10437.782018
255
2001
10294.476334
8544.387365
12469.073966
255
2000
8885.537602
8144.508245
9847.157442
255
1999
8610.281846
7773.533726
9151.269358
261
1998
9877.343114
9122.301873
10333.005103
261
1997
3217.037097
2897.125501
3474.479648
261
1996
2425.102991
2336.323223
2487.526952
262
 By fxtop.com

Sebaliknya sektor pasar saham IHSG setelah masa krisis, mulai dari penutupan diakhir tahun 2002 hingga penutupan akhir tahun 2012, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merupakan gambaran dari pergerakan seluruh saham perusahaan yang saat ini terdapat 463 perusahaan per tanggal 20 februari  di Bursa Efek Indonesia, mengalami pertumbuhan yang pesat kecuali pada krisis yang terjadi pada tahun 2008.

 Rata-rata dari pertumbuhan IHSG dalam 10 tahun terakhir tersebut mencapai 26,09% per tahunnya bahkan per tanggal 20 Februari 2013, IHSG mengukir rekor baru tertinggi dalam sejarah, ditutup pada level 4.634,451 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp4.482 triliun dan transaksi harian bursa saham mencapai Rp5,26 triliun. Perekonomian Indonesia yang tumbuh stabil menjadi senjata utama Indonesia dalam meningkatkan kepercayaan para investor untuk menanamkan modalnya di Pasar Modal Indonesia, sehingga ini menjadi pendorong penguatan dari IHSG dalam 10 tahun terakhir tersebut. 

 Indonesia yang merupakan negara berstatus net importer modal terbesar di Asia Tenggara sangat penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan stabilitas pasar saham karena hubungan antara kurs dan pasar saham sangat erat kaitannya dengan stabilitas perekonomian domestik. Hal ini terbukti sejak terjadinya krisis nilai tukar yang diikuti secara bersamaan dengan  menurunnya indeks di beberapa pasar saham di Asia seperti Thailand, Hongkong, korea, Jepang, Malaysia, Singapura dan Taiwan. 

Krisis saat itu diawali dengan terdepresiasinya Bath Thailand yang mencapai 63,5%, akibatnya beberapa negara terkena dampak yang sama, seperti: Dolar Hongkong (0,1%), Yen Jepang (13,3%), Won Korea (60,0%), Ringgit Malaysia (51,6%), Dolar Singapura (17,7%) dan Dolar Taiwan (17,2%). Selanjutnya pada periode yang sama, terjadi penurunan indeks saham gabungan hingga -29%, - 24%, -52%, -45%, -22%, -9% dan -34% untuk pasar modal di Hongkong, Jepang, Korea, Malaysia, Singapur, Taiwan, dan Thailand (Shiunpan, 2000).

Pertumbuhan ekonomi domestik yang baik yang digambarkan melalui perkembangan pasar saham yang stabil dan perkembangan indikator-indikator makroekonomi seperti PDB yang meningkat , cadangan devisa meningkat, NPI yang surplus, inflasi terkendali, nilai tukar rupiah stabil, dan kinerja perekonomian domestik berjalan dengan lancar akan menimbulkan hasrat bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Tentunya ketika banyaknya modal yang masuk ke Indonesia akan banyak lapangan pekerjaan baru yang tersedia di dalam negeri dan ini membuka peluang bagi masyarakat Indonesia untuk lepas dari jerat kemiskinan. Agar hal ini tercapai maka perlu adanya kebijakan moneter yang ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing karena fluktuasi nilai tukar adalah penjelas dari baik atau tidak baiknya perkembangan pasar modal. Dalam menganalisis nilai interistik suatu saham investor tentu memperkirakan risiko dari tempat dimana ia menanamkan modalnya.

Hal ini dilakukan demi expected return yang besar. Demi mendapatkan keuntungan yang besar, para investor asing mengharapkan nilai tukar rupiah dan harga saham di pasar saham Indonesia menunjukkan prospek yang baik. Maka dari itu dibutuhkan kesigapan pemerintah dalam menangani masalah ini demi kemajuan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia .

Sabtu, 12 Juli 2014

Penulis : Tajul Ula



1.


Thursday, 22 May 2014

Tagged under:

Ini Dia Janji Para Calon Sang Penguasa Indonesia Yang Berorientasi Pada Ekonomi

Darussalam, Edev-  Dalam menghadapi pemilihan Presiden serta wakil persiden 9 Juli 2014 mendatang, para calon penguasa Indonesia yang saat ini sudah mengerucut menjadi dua pasang yakni Prabowo-Hatta yang diusung partai Gerindra, PAN, PKS, PPP dan Golkar  sera Jokowi-JK yang yang diusung partai PDIP, Nasdem, PKB, dan Hanura  sudah mulai menebar janjinya yang berorientasi pada peningkatan taraf perekonomian rakyat demi menarik simpatik masyarakat agar mangalahkan lawannya demi satu tempat menjadi penguasa RI.

Jika janji Prabowo-Hatta yang  bertekad akan meningkatkan pendapatan per kapita penduduk Indonesia, dari Rp 35 juta menjadi minimal Rp 60 juta, lain halnya Jokowi-JK yang akan berjanji akan mencetak satu hektar sawah baru yang berada diluar pualau Jawa.
Ini Dia Janji Para Calon Sang Penguasa Indonesia Yang Berorientasi Pada Ekonomi
gambar : radaronline.co.id

Selengkapnya Janji Prabowo-Hatta
Meningkatkan pendapatan per kapita penduduk dari Rp 35 juta menjadi minimal Rp 60 juta dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen per tahun menuju pertumbuhan di atas 10 persen, dengan strategi pertumbuhan ekonomi tinggi berkualitas melalui peningkatan pertumbuhan melalui sektor produksi sehingga dicapai keseimbangan optimal dengan pertumbuhan yang dipicu konsumsi.

2. Meningkatkan pemerataan dan kualitas pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi jurang antara si miskin dan si kaya (menurunkan indeks gini dari 0,41 menjadi 0,31), dan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) dari sekitar 75 menjadi 85.

3. Meningkatkan daya serap angkatan kerja menuju 2 juta lapangan kerja per tahun melalui perbaikan regulasi dan infrastruktur untuk industri pengolahan yang padat karya (tekstil, sepatu, alas kaki, elektronik, dan lainnya), dan pembukaan lahan pertanian baru, dan menjadikan badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki nilai strategis bagi perekonomian bangsa sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan dan kedaulatan ekonomi.

4. Membangun industri pengolahan untuk menguasai nilai tambah bagi perekonomian nasional.

5. Membangun dan mengembangkan industri nasional.

6. Mengambil kebijakan proaktif dalam menjaga stabilitas sektor keuangan melalui pengurangan risiko instabilitas dari internal maupun eksternal sektor keuangan.

7. Membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Keuangan yang terintegrasi dengan pariwisata, properti, pendidikan, industri kreatif, jasa-jasa, dan ritel komersial. Investasi pemerintah dianggarkan sekitar 2,25 miliar-3 miliar dollar AS selama 7 tahun.

8. Menyelenggarakan APBN yang prorakyat. Dari sisi penerimaan, meningkatkan penerimaan negara dari pajak dari sekitar 12 persen hingga 16 persen rasio PDB dengan melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak dan perbaikan sistem perpajakan yang lebih adil serta menekan pemborosan dan inefisiensi pengeluaran anggaran.

9. Dari sisi belanja negara, menjadikan belanja negara bukan sekadar sebagai sumber pertumbuhan, melainkan juga sebagai alat pemerataan.

10. Dari sisi pembiayaan:
a. Menurunkan defisit anggaran secara bertahap menjadi 1 persen dari PDB mulai 2017, di mana defisit difokuskan untuk pembiayaan infrastruktur.
b. Mengurangi pinjaman luar negeri baru oleh pemerintah, baik multilateral maupun bilateral, dengan target menjadi nol pada 2019.
c. Mengelola utang pemerintah dengan cermat dan bijak serta memanfaatkan dengan efisien dan efektif.
d. Mengembangkan inovasi produk keuangan dari negara yang terintegrasi dengan inovasi pajak, khususnya dalam bentuk obligasi infrastruktur.
e. Mengembangkan skema pembiayaan infrastruktur sosial seperti air bersih dan rumah sakit, antara lain berdasarkan PPP/Private Finance Initiative (PFI) dengan catatan cost of money-nya hanya sedikit di atas kupon surat berharga negara.

11. Memperbaiki daya saing dunia usaha dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan persaingan global.

12. Menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan perbankan/keuangan syariah dan industri kreatif muslimah dunia serta membangun kampung kreativitas bagi pelaku industri kreatif di berbagai kota/kabupaten yang potensial.

Selengkapnya Janji Jokowi-JK 
Kami akan mewujudkan kedaulatan pangan melalui kebijakan perbaikan irigasi rusak dan jaringan irigasi di 3 juta hektar sawah, 1 juta hektar lahan sawah baru di luar jawa, pendirian bank petani dan UMKM, gudang dengan fasilitas pengolahan pasca panen di tiap sentra produksi.

Kami akan melakukan langkah pemulihan kualitas kesuburan lahan yang air irihasinya tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga, penghentian konversi lahan produktif untuk usaha lain, seperti industri, perumahan dan pertambangan.

Kami akan mewujudkan kedaulatan energi melalui kebijakan pengurangan impor energi minyak dengan meningkatkan eksplorasi dan eksploitasi migas di dalam dan luar negeri, peningkatan efisiensi usaha BUMN penymedia energi di Indonesia (Pertamina, PLN, PGN), pembangunan pipa gas, pengembangan energi terbarukan.

Kami akan mengutamakan pemakaian batubara da gas utuk meningkatkan produksi listrik dalam negeri guna melayani kebutuhan rumah tangga dan industri.

Kami akan mewujudkan kedaulatan keuangan melalui kebijakan inklusi keuangan mencapai 50 persen penduduk, tax ratio terhadap PDB menjadi 16 persen, pengurangan utang pemerintah, pengaturan ketat penjualan saham bank nasional pada investor asing.

Kami akan mewujudkan penguatan teknologi melalui kebijakan penciptaan sistem inovasi nasional (kerjasama swasta-pemerintah-perguruan tinggi) khususnya untuk sektor pertanian dan indsutri, serta riset dan pengembangan dasar didukung dengan dana pemerintah.

Jernih dalam Memilih
Berjanji boleh saja asalkan mereka yang akan terpilih nantinya tidak membohongi masyarakat Indonesia yang haus akan kepemerintahan yang bersih dari semua praktek KKN yang saat ini sedang marak-maraknya terjadi. Akibatnya banyak rakyat di republik yang katanya negara yang kaya akan limpahan sumber daya alam dan manusianya ini tetap saja tidak bisa lepas dari jerat kemiskinan. 

Masyarakat saat ini harus pintar dalam memilih dan menilai siapa yang cocok dan bisa dipercaya akan janjinya kelak, jangan lagi mau terpedaya janjian gombal layaknya tipuan setan jahanam yang akan terus mengkeruk rezeki yang seharusnya milik masyarakat. Masyarakt saat ini mesti jernih dalam berfikir untuk memilih Presiden dan Wakil Persiden yang akan memimpin bangsa ini lima tahun kedepan demi mewujudkan indonesia sejahtera.

Penulis : Tajul Ula 
Referensi : Kompas.com
Tagged under:

Pergerakan Rupiah Kembali Ditentukan Isu Global

Pergerakan Rupiah Kembali Ditentukan Isu Global
Gambar : www.waspada.co.id
Darussalam, Edev - Pergerakan rupiah hingga pagi tadi Kamis (22/5/2014)  masih dihantui oleh pelemahan. Karena setelah  pengumuman pasangan calon presiden dan wakil presiden mendatang, sentimen-sentimen  eksternal akan kembali mempengaruhi nilai tukar rupiah.
 
Pertamakalinya The Fed selaku Bank Central Amerika Serikat mengisyaratkan secara detail niat untuk perencanaan keluar dari kebijakan moneter longgar. Menurut riset yang dilakukan Samuel Sekuritas Indonesia,  tanda dinaikkannya suku bunga acuan Federal Reserve dalam waktu dekat belum terlihat.Hingga dini hari tadi, Dollar Index dan yield US Treasury naik tipis dalam 10 tahun terakhir  . Indeks manajer pembelian (Purchasing Manager Index) yang diperkirakan masih akan di kisaran 48  adalah data yang ditunggu oleh investor pada pagi ini.
 Hingga sore kemarin, mengikuti arus global, rupiah terus melemah  . Euforia politik yang hilang berdampak pada rupiah yang kembali dikendalikan isu global dan fundamental ekonomi.
 
 Risiko pelebaran defisit anggaran saat ini, isu peluang dinaikkannya harga BBM bersubsidi bermunculan kembali . Ruang pelemahan rupiah masih ada dengan data China yang tengah dinantikan pagi ini.

Sumber Isu : Kompas.com
Editor : Tajul Ula








Friday, 18 April 2014

Tagged under: , ,

Yahudi Biang Keladi Krisis 98, IMF Institusinya


Banda Aceh, Edev – Krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997-1998 silam hingga menggulingkan kepemerintahan orde baru Soeharto yang saat itu sudah berkuasa 32 tahun lamanya menyisakan pertanyaan, apa dan siapakah akar dan dalang dari krisis tersebut hingga membuat negeri Indonesia menjadi melarat ?.

Zulkifli Pengamat Ekonomi mengatakan, George Soros sosok yahudi merupakan dalang dari krisis tersebut, pada saat itu pasar keuangan Indonesia, ia ( Soros-red) sangat dikuasai olehnya.

Yahudi Biang Keladi Krisis  98, IMF Institusinya
George Soros
Soros melakukan spekulasi besar-besaran terhadap rupiah, dimana waktu itu ia menginvestasikan dananya ke Indonesia dalam bentuk rupiah, sehingga saat itu indonesia memiliki banyak dana untuk diinvestasikan dan Indonesia pun mengalami pertumbuhan ekonomi meskipun hal itu hanya sesaat.

 Tak lama kemudian ia menarik kembali dananya secara bersamaan sehingga berdampak pada dananya yang tersimpan dalam bentuk rupiah dikembalikan dalam bentuk dolar, dananya yang besar tersebut mempengaruhi permintaan dolar dalam negeri yang besar. Permintaan dolar yang besar tersebut berdampak pada peningkatan nilai mata uang dolar  sekaligus menurunkan mata uang rupiah. 

Sebelum masa krisis rupiah berada dalam kisaran  Rp. 1300 /USD 1, lalu pada masa krisis rupiah menjadi Rp. 9000/USD 1,  yang berarti hutang luar negeri yang dimiliki Indonesia harus dikembalikan dalam jumlah lebih dari 6 kali lipatnya. Efeknya industri yang mengandalkan bahan baku import terpaksa gulung tikar karena kekacauan harga tersebut.

Dengan tutupnya industri domestik yang menggunakan bahan baku impor persediaan barang domestik pun menjadi terbatas sehingga untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri Indonesia melakukan impor besar-besaran yang berefek pada nilai tukar rupiah terhadap dolar  pun  jatuh.

“ Makanya kita harus berhati-hati dengan Soros ”, Ucap Zulkifli yang merupakan dosen Perekonomian Indonesia, jurusan Ekonomi Pembangunan (EKP), Fakultas Ekonomi Unsyiah, Kamis, 17 April 2014. 

Pada saat itu tidak hanya indonesia saja yang mendapat imbas dari perbuatan soros tersebut, namun negara-negara Asia lainnya juga mendapat imbas dari perbuatannya tersebut, dimana ia memainkan financial market di negara-negara Asia lainnya seperti Tahiland, Malaysia, Filiphina, Hongkong,Taiwan dan lainnya. Ia mengambil keuntungan dari krisis di negara-negara Asia.

Walaupun banyak faktor yang mempengaruhi krisis moneter yang pernah dialami Indonesia pada tahun 97-98 maupun negara Asia lainnya, namun tigkah laku para spekulan valuta asing yang saat itu memborong dollar Amerika, kemudian menjualnya dengan harga tinggi yang berdampak pada nilai mata uang negara-negara ASEAN menjadi terpuruk. Dan Spekulan uang terbesar pada era krisis tersebut adalah George Soros.

Selain Soros sosok pria penghancur dari negara zionis tersebut ada pula institusi keuangan internasional yaitu International Monetary Fund (IMF) yang bergerak dalam bidang penyediaan pinjaman terhadap negara-negara yang yang sedang menghadapi masalah keseimbangan neraca keuangan .

15 Januari 1998 Presiden Suharto menandatangani Letter of Intent (LoI) IMF agar mendapat bantuan pinjaman dana demi mencari jalan  untuk menyelamatkan Indonesia dari kehancuran ekonomi, keterpaksaan itu dilakukan karena tidak ada pilihan lain atau membiarkan Indonesia menuju liang kehancuran.

IMF dengan paket bantuan 23 miliar dolar pada saat itu digadang menjadi penyumbang bantuan dana yang mampu menumbuhkan perekonomian Indonesia . Namun siapa sangka justru sebaliknya.

Chenny Seftarita pengamat ekonomi moneter, menceritkan pada awalnya IMF dipercaya menjadi penyumbang pinjaman dana ke Indonesia karena IMF pernah sukses berkiprah di Meksiko, yang saat itu IMF menetapkan bungan yang sangat tinggi agar masyarakat Indonesia tergiur untuk  menyimpan dana ke perbankan yang akhirnya dana di perbankan tersedia lebih untuk di pinjamkan yang asumsinya meningkatkan investasi lalu pertumbuhan ekonomi tercapai . 

Namun masyarakat di Indonesia pada tahun 1998 tidak memiliki rasa kepercayaan lagi terhadap perbankan akibat kondisi politik yang saat itu tengah dilanda dilema korupsi maupun KKN yang dilakukan kepemerintahan Presiden Suharto.

Pada akhirnya kondisi perbankan menjadi tidak sehat yang saat itu sebanyak 16 bank umum ditutup. Dampaknya karena asumsi investasi yang tinggi namun faktanya tidak, pemerintah saat itu tidak mampu melunasi hutang luar negerinya. Dilansir wikipedia.org, saat itu Rupiah dan Bursa Saham Jakarta saat itu menyentuh titik terendah pada bulan September. 

Akibatnya Perusahaan yang meminjam dana dalam bentuk dolar harus menghadapi biaya yang lebih besar yang disebabkan oleh penurunan rupiah, dan banyak yang bereaksi dengan membeli dolar, yaitu: menjual rupiah, menurunkan harga rupiah lebih jauh lagi.

Inflasi rupiah dan peningkatan besar harga bahan makanan menimbulkan kekacauan di negara ini. Pada Februari 1998, Presiden Suharto memecat Gubernur Bank Indonesia, tapi ini tidak cukup. Suharto dipaksa mundur pada pertengahan 1998 dan B.J. Habibie menjadi presiden. mulai dari sini krisis moneter indonesia memuncak.

Jatuhnya nilai rupiah tersebut berakibat krisis pada pertengahan tahun 1997 yang berujung pada  inflasi tahun 1998 yang menyentuh angka mencapai 77,63%. Diperkirakan saat itu sebanyak 16.000 hingga 19.000 orang yang kehilangan pekerjaan. Namun, data dari sektor properti menyebutkan bahwa  setidaknya 40.000 orang telah dirumahkan karena tidak ada proyek.

Gambaran tersebut mengartikan kesejahteraan masyarakat Indonesia saat itu mengalami kehancuran.

Perlu diketahui pimpinan pertama IMF Camille Gutt, seorang Yahudi. Begitu pula dengan pimpinan IMF sekarang (2010), Dominique Strauss-Kahn. ( Sumber: Syariaislam.net).

Terbukti bahwa zionis Israel bangsa Yahudi merupakan dalang dari carut-marutnya perekonomian pada masa krisis moneter yang pernah melanda Indonesia.


Penulis : Tajul Ula